Menggunakan Jasa Travel Surabaya Denpasar

naik travel ke denpasarIni ceritaku sekaligus pengalaman seru menggunakan jasa travel surabaya denpasar. Sebenarnya saya adalah orang Turki yang mencoba untuk mempelajari budaya Indonesia. Sudah 3 tahun saya telah berada di indonesia. Selama 3 tahun itu, saya mencoba mempelajari bahasa Indonesia. Saya memang kurang fasih berbahasa Indonesia, tapi saya sudah lumayan dalam hal menulis bahasa Indonesia.

Pada liburan akhir tahun kemarin, saya ingin sekali datang ke Bali, khususnya kota Denpasar dan mencoba untuk menikmati suasana di sana. Kebetulan, saya juga tinggal di Surabaya, tepatnya dekat jembatan merah yang terkenal itu.

Saya ingin naik pesawat tapi sayang, tiket pesawat sudah tidak ada lagi karena habis dibeli. Hal seperti itu tampaknya selalu terjadi ketika saat liburan. Apalagi liburan akhir tahun seperti kemarin. Naik kereta? Tidak bisa, Bali tidak bisa dijangkau oleh kereta dari Surabaya, karena belum ada jalur kereta api dari Surabaya ke Bali.

Jadi, satu-satunya solusi adalah menggunakan jasa travel dari Surabaya ke Denpasar. Sebenarnya ada bus dari Surabaya menuju Denpasar, tapi saya tidak suka naik bus, karena jalannya lama dan kurang nyaman. Makanya saya memilih naik minibus travel saja.

Saya membeli tiket travel surabaya denpasar secara online di sebuah situs yang memang melayani pemesanan tiket seperti itu. Harganya juga murah, cum sekitar dua ratus ribu rupiah saja. Kendaraan yang saya naiki berupa minibus Toyota Hiace yang berkapasitas 12 orang termasuk sang supir. Di dalamnya, terdapat charger untuk hp dan mini LCD untuk hiburan. Selain itu juga ada tempat sampat yang melekat di belakang jok, jadi kita tidak perlu buang sampah sembarangan.

ke denpasarSaya sampai di Denpasar dari Surabaya naik travel sekitar jam enam sore, berangkat jam enam pagi, jadi total waktu perjalanan saya tempuh sekitar 12 jam. Karena jarak yang jauh dan juga harus menyebrang antar pulau menggunakan kapal feri. Oiya, untuk menyebrang menggunakan feri, setiap penumpang dikenakan tarif juga, jadi tidak gratis.

Sampainya di Bali, tepatnya di kota Denpasar saya langsung mencari hotel dan tidur menanti keesokan harinya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *